TEMBAGA

Leave a Comment

    


 

 

    Tembaga adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Cu dan Nomor atom 29. lambangnya berasal dari bahasa latin Cuprum. Tembaga merupakan konduktor panas dan listrik yang baik, selain itu unsur ini memiliki korosi yang cepat sekali. tembaga murni sifatnya halus dan lunak, dengan permukaan berwarna jingga kemerah merahan , tembaga + timah itu untuk membuat perunggu

 

    Tembaga memperoleh namanya dari bahasa latin Cyprum, yang berasal dari pulau Siprus dimana ia pertama kali dihasilkan. Cyprum kemudian disingkat menjadi Cuprum

 

    Tembaga berperan besar dalam peradaban manusia terutama pada zaman perunggu ( 3000 - 1000 SM ), pada masa tersebut tembaga dipadukan dengan timah menjadi perunggu, perunggu kemudian diolah menjadi peralatan seperti senjata, koin, instrumen musik dan perhiasan

 

    Bijih tembaga merupakan salah satu sumber daya mineral terpenting yang dimiliki indonesia. Ada 2 perusahaan besar berskala Internasional yang beroperasi di indonesia yaitu PT.Freeport dan PT. Newmont Nusa Tenggara yang kini ganti menjadi Aman Mineral. Bijih tembaga telah diketahui oleh para ahli ke mineralan sebagai mineral utama penghasil logam tembaga dan juga diketahui sebagai mineral pembawa unsur unsur ikutan yang mempunyai nikai ekonomis tinggi seperti 


 

  • Emas ( Au )
  • Perak ( Ag) 
  • Telluride ( Te )
  • Selenium ( Se )
  • Arsen ( As )
  • Bismuth ( Bi )
  • Nikel ( Ni )

dan beberapa unsur lainnya, selain itu, diketahui pula ada beberapa lokasi penambangan bijih tembaga di dunia yang mempunyai mineral ikutan bernilai ekonomi tinggi, yaitu mineral Molybdenite ( MoS2 )

 

APLIKASI, KONSUMSI DAN PERMINTAAN TEMBAGA

Tembaga dalam keadaan murninya banyak dipakai sebagai penghantar listrik dalam bentuk kawat. Selain itu, tembaga dipadukan dengan logam seng menjadi kuningan dan dipadukan dengan timah menjadi perunggu, yang banyak digunakan dalam dunia Teknik


Contoh : - Kabel listrik

- Berwarna kemerah-merahan dengan kilau logam cerah, tembaga menunjang kehidupan sehari hari

  1. Keuletan ( Ductility ) = kemampuan untuk dibentuk tanpa mengalami kepatahan / unsur deformasi lainnya
  2. Kelunakan / kemampuan tempa ( Metability ) = bentuknya mudah diubah
  3. Daya tahan panas dan listrik serta resistensi terhadap korosi

 

POTENSI DAN CADANGAN TEMBAGA DI INDONESIA  

Tembaga merupakan logam nomor dua terbesar dalam jumlah pemakaian setelah besi baja dan sebagai salah satu logam yang dapat ditemukan dalam keadaan bebas ( Native Metal ). Cadangan tembaga di indonesia sekitar 4,1 % dari cadangan tembaga dunia, dan merupakan peringkat ke 7, sedangkan untuk sisi produksi adalah 10,4 % dari produksi dunia dan merupakan peringkat ke 2


Menurut data dari pusat sumber daya geologi, badan geologi 2020 diketahui potensi atau sumber daya mineral tembaga yang ada di indonesia sebanyak 5.915.070.144,94 Ton berupa bijih dan 86.472.032,54 Ton dalam bentuk logam, sedangkan cadangan se banyak 3.044.920.376,80 Ton berupa bijih dan 27.183.065,13 Ton dalam bentuk Logam

  • Aceh 
  • Sumatera Selatan
  • Bumi Sukses Indo
  • Batu Hijau
  • Papua
  • Kalimantan Selatan
  • Kalimantan Barat 

 

PERIMBANGAN PEMASOKAN DAN PERMINTAAN LOGAM TEMBAGA INDONESIA, 2003-2009


 

MINERAL 

  1. Selain dapat di temukan sebagai logam bebas, tembaga kebanyakan ditemukan dalam bentuk bijih antara lain :
  2. Bijih tembaga merah ( Cu2O ) dengan kadar tembaga + 89%
  3. Malasit (CuCO3 Ca(OH)2) berupa persenyawaan karbonat yang berwarna hijau dengan kadar tembaga = 57%
  4. Bijih tembaga biru (2CuCO3 Cu(OH)2) juga berupa karbonat yang warnanya biru dengan kadar tembaga  = 55%
  5. Glans tembaga ( Cu2S ) berupa persenyawaan sulfida yang berwarna hitam dengan kadar tembaga = 80%
  6. Kis tembaga yang berwarna kuning dan terdiri dari ( Cu2S Fe2S3 ) dengan kadar Cu = 34%

 

PENGOLAHAN DAN EKSTRAKSI TEMBAGA

 

  • Pengolahan Tembaga 
    • Secara umum pengolahan tembaga dimulai dari pengecilan ukuran, Dicuci, Diayak, digerus, digiling dan ditingkatkan kadarnya. Proses peningkatan biasanya melalui cara Flotasi. Setelah konsentrat tembaga di peroleh maka proses selanjutnya adalah proses Ekstraksi ( Smelting dan Converting ) kemudian yang terakhir adalah pemurnian
  • Ekstraksi Tembaga
    • Proses ekstaksi dibagi menjadi 2 cara yaitu :
      • Pirometalurgi ( Menggunakan panas ) biasanya digunakan untuk mineral tembaga dalam bentuk Sulfida.
      • Hidrometalurgi ( Ekstraksi menggunakan larutan berbasis air ) biasanya digunakan untuk mengolah bijih oksida, karbonat, sulfat dan silikat. Pemilihan proses ekstraksi ( Smelting ) tembaga tergantung pada jenis ( Mineral ) tembaga yang diolah 

 

 

DIAGRAM ALIR PROSES UNTUK BIJIH SULFIDA ( SULFIDIS )


 

KEEKONOMIAN

    Tembaga tidak hanya mahal dibandingakan besi baja ataupun logam umum lainnya, namun juga memiliki harga yang tidak pasti. Tembaga dalam perdagangannya di dunia tembaga dalam perdangannya di dunia dipengaruhi oleh faktor - faktor sebagai berikut :

  • Situasi politik
  • Tren teknologi pada industri yang terkait dengan pengolahan tembaga
  • lokasi geografis deposit tembaga dan smelter
  • hubungan tembaga dan material alternatif untuk aplikasi yang sama

 

Harga tembaga selanjutnya yang tergantung pada :

  • Data produksi dan konsumsi
  • Struktur industri
  • Biaya produksi
  • Perdanganan dan pemasaran
  • Permintaan di masa mendatang

 

CONTOH HARGA TAMBANG SETELAH MELALUI PROSES SMELTING

tapi kita ngejual cuma ekstraksi nya doang , jadi sayang banged padahal klo sampe smelting itu harganya bisa gede, bisa kaya kita boy


 

 PRODUK SAMPING PEMURNIAN TEMBAGA

 


 PENUTUP

 
     Dari kondisi pertambangan bijih tembaga dan perkembangan teknologi pengolahan saat ini, maka prospek peningkatan nilai tambah dari pengusahaan bijih tembaga masih terbuka, melalui pendirian pabrik smelter baru yang juga terintegrasi dengan pabrik pupuk dan semen, di ikuti oleh pendirian pabrik pengolaan limban lumpur anoda ( Anoda smile :) ) di Indonesia, untuk itu :


  • Perlu memperhitungkan dan menilai unsur mineral ikutan yang diperoleh dari pengolahan bijih tembaga diluar tembaga
  • Proses pengolahan bijih tembaga harus dikembangkan ke proses selanjutnya untuk mengoptimalkan perolehan unsur ikutan yang bernilai ekonomi
  • Pemerintah harus memberikan kepastian hukum dan usaha sehingga terbentuk iklim usaha yang kondusif terutama di daerah yang sering muncul retribusi liar yang meningkatkan daya ekonomi ( High Cost Economy )

0 komentar:

Posting Komentar